Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno usai acara seminar pasar tekstil Jepang di Departemen Perindustrian (Depperin), Jakarta, Senin (23/2/2009).
"Perlu upaya penjajakan skema pembiayaan yang memberi kemudahan finansial bagi pengusaha tekstil Indonesia untuk membeli produk mesin dari Jepang," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan dari sisi Jepang, dengan adanya skema kemudahaan pembiayaan pembelian mesin termasuk dengan memberikan potongan kredit akan membantu menjual mesin-mesin mereka yang tidak laku sehingga bisa menekan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jepang.
"Bagi Jepang tentunya akan membantu kinerja ekspor mesin tekstil, bagi Indonesia membantu program restrukturisasi mesin tekstil Indonesia," ucapnya.
Seperti diketahui pada tahun 2008 lalu, banyak produk-produk Jepang yang menumpuk tidak ada yang membeli sebagai dampak krisis global. Misalnya untuk kendaraan bermotor turun 3,7%, produk elektronika turun 9,3%, produk mesin turun 4,3% dan khusus mesin tekstil turun tajam hingga 25,7%.
"Apabila kerjasama ini bisa dilakukan akan menyelamatkan industri mesin Jepang sendiri. Mesin tekstil kalau dia kasih kita, pasarnya di kita, dan bisa menekan PHK disana," seru Benny.
(hen/ir)











































