Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam raker dengan Komisi VII di gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (23/2/2009).
Purnomo menjelaskan, sebelumnya Merpati sudah meneken kontrak pembelian 15 pesawat dariΒ Xian Aircraft Industry Company Ltd. Namun setelah kontrak diteken, kemudian ada perubahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keadaan semakin rumit karena China menyandera pendanaan 10.000 MW karena merasa Merpati juga menahan pembelian pesawat. Padahal kedua masalah tersebut berkaitan dengan BUMN Indonesia.
"Jadi ini saling sandera menyandera. Ada potensi masuk ke arbitrase. Pemerintah China meminta Indonesia bereskan masalah Merpati dan kemudian baru akan cairkan 10.000 MW," katanya.
Purnomo menjelaskan, pihaknya sudah mengirim tim ke China untuk membicarakan trade off tersebut. "Selain bicarakan masalah renegosiasi Tangguh, juga trade off dengan pendanaan ini," katanya.
Merpati rencananya memang membeli 15 unit pesawat dari produsen pesawat asal China yaitu Xian Aircraft Industry Company Ltd . Dari 15 unit pesawat jenis MA 60 itu sudah 2 unit didatangkan ke Indonesia sementara 13 unit lainnya masih tertunda.
Namun karena harganya dinilai terlalu tinggi, Merpati berencana menegosiasi ulang harga dan jumlah pesawat yang akan dibelinya. Namun pabrikan China tidak terima dan mengancam akan menggugat Merpati sebesar US$ 1 miliar.
(lih/qom)











































