Pinjaman Siaga Amankan APBN Hingga 2010

Pinjaman Siaga Amankan APBN Hingga 2010

- detikFinance
Senin, 23 Feb 2009 15:04 WIB
Pinjaman Siaga Amankan APBN Hingga 2010
Jakarta - Komitmen pinjaman siaga yang didapatkan pemerintah dapat digunakan sebagai back up anggaran sampai dengan tahun 2010.
 
Demikian disampaikan dalam bahan "Mengatasi Dampak Krisis Global Melalui Program Stimulus Fiskal APBN 2009" yang akan dipresentasikan Menteri Keuangan dalam rapat dengan Panitia Anggaran DPR hari ini, Senin (23/2/2009).
 
"Total komitmen tersebut merupakan komitmen yang dapat digunakan sebagai back up dalam jangka waktu dua tahun, yaitu tahun 2009 dan 2010. Apabila jumlah tersebut tidak seluruhnya ditarik pada 2009 maka komitmen tersebut masih dapat digunakan sebagai back up untuk 2010," demikian laporan Menkeu dalam bahan tersebut.
 
Memang untuk mengantisipasi sulitnya mencari pembiayaan anggaran lewat penerbitan SBN (Surat Berharga Negara), pemerintah telah melakukan pembicaraan secara intensif dengan kreditur konvensional dari lembaga multilateral atau secara bilateral untuk memberikan dukungan (back up) berupa pemberian pinjaman siaga.
 
Sampai dengan saat ini, beberapa kreditur dikatakan telah menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pembiayaan tahun 2009 dalam rangka pemberian stimulus fiskal melalui mekanisme pinjaman siaga.
 
Dikatakan bahan tersebut kreditur yang telah siap untuk memberikan pinjaman siaga dengan total komitmen mencapai US$ 5 miliar adalah ADB, Bank Dunia, Australia dan Jepang melalui JBIC.
 
Mekanisme penarikan pinjaman, dalam setiap akhir triwulan pemerintah akan melakukan pembahasan dengan pemberi pinjaman terhadap seberapa besar pinjaman yang akan segera ditarik dan penarikan untuk masing-masing pemberi pinjaman akan disesuaikan dengan proporsi komitmen masing-masing pemberi pinjaman.
 
Dengan penurunan penerimaan negara 2009 sebesar Rp 138 triliun menjadi Rp 847,7 triliun, defisit anggaran 2009 diperkirakan naik jadi 2,6% dari PDB dan untuk menutupnya pemerintah mencari tambahan utang sebesar Rp 44,5 triliun. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads