Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno saat ditemui di Departemen Perindustrian (Depperin), Senin (23/2/2009).
Saat ini menurut Benny, pesanan pernak-pernik pemilu sudah berdatangan, namun kata dia justru pesanan yang terbanyak berasal dari partai-partai yang baru muncul seperti Gerindra. Ia memperkirakan jumlah orderan untuk produk TPT pada tahun ini bisa menembus angka Rp 5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benny menuturkan pada pemilu kali karena bertepatan dengan krisis keuangan, maka para produsen TPT mencoba berhati-hati dengan menerapkan sistem pembayaran yang ketat. Sehingga bagi partai yang belum punya uang tunai jangan harap mendapat pesanan yang diinginkan.
"Kita harus cash, baru ada barang," selorohnya.
Untuk menyiasati strategi produksi, para produsen TPT juga menerapkan cetak massal terlebih dahulu sebelum mendapat order dari calon legislatif dari partai tertentu.
"Kita mensiasatinya, kita buat dulu kaosnya misalnya baru setelah itu foto-fotonya," ucapnya.
(hen/qom)










































