RI Dapat Pinjaman Siaga, Rupiah Bisa Menguat

RI Dapat Pinjaman Siaga, Rupiah Bisa Menguat

- detikFinance
Senin, 23 Feb 2009 15:16 WIB
RI Dapat Pinjaman Siaga, Rupiah Bisa Menguat
Jakarta - Dengan berbagai komitmen pinjaman siaga juga kerjasama BSA (Bilateral Swap Arrangement), pemerintah berharap nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar AS.
 
"Dengan adanya kontinjensi loan (pinjaman siaga) baik dari ADB, Bank Dunia atau yang lain diharapkan ada tambahan dolar kepada cadangan devisa dan memperkuat rupiah," tutur Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (23/2/2009).
 
Anggito mengatakan pemerintah akan melihat apakah asumsi nilai tukar yang diubah dari Rp 9.500/US$ di APBN 2009 menjadi Rp 11.000 masih relevan.
 
"Kita akan lihat pada pembahasan APBN-P 2009 Juni nanti, apakah asumsi tersebut masih relevan," ujarnya.
 
Di tempat yang sama, Gubernur BI Boediono mengatakan komitmen antara pemerintah Indonesia dan Jepang untuk mendukung penerbitan obligasi Samurai Bonds sampai US$ 1,5 miliar diharapkan membantu cadangan devisa negara.
 
"Komitmen dengan Jepang sangat membantu baik dari fiskal dan moneter sampaikan penghargaan yang tinggi kepada Jepang karena bisa memberi bantuan di masa krisis," ujarnya.
 
"Cadangan devisa US$ 50,8 miliar selama beberapa bulan jika merasa diperlukan akan kita tarik untuk memberikan suasana di pasar yang tenang tidak perlu menunggu devisa di angka kita jaga rupiah di realistis jangan volatile," pungkas Boediono.
 
Sementara itu Menteru Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan pemerintah belum bisa mengatakan kapan waktu penerbitan Samurai Bonds.
 
"Untuk waktu ini adalah support 2009 sampai 2010, dari pemerintah Indonesia nanti Menkeu dengan JBIC akan bekerjasama untuk melihat dari kebutuhan waktunya atau dari sisi antisipasinya. Timing maupun pricing-nya itu sangat murah dari bunga yang ada di pasar," tukas Sri Mulyani. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads