"Tidak dijelaskan berapa, keterangan seperti ini tidak rinci, hal begini berbahaya sekali," kata Fahmi saat ditemui di Departemen Perindustrian, Selasa (24/2/2009).
Fahmi menegaskan sejumlah 6 cabang industri yang dikabarkan default ini belum jelas apakah default (gagal) dalam pembayaran bunga atau masalah lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan kata Fahmi, informasi default akan merugikan 6 sektor tersebut terutama di saat krisis yang semakin parah. Namun Fahmi enggan merinci sektor apa saja yang mengalami dugaan default itu.
"Saya kebetulan yang ngerti masalah financial, masalah perbankan, agak sulit memberikan tanggapan, informasi bias. Informasi itu hanya mengatakan bahwa terjadi gagal bayar 6 sektor industri," jelasnya.
Sebelumnya Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady mengatakan pada minggu ini pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan memanggil kalangan dunia usaha mengenai potensi ancaman default beberapa sektor industri sebagai imbas dari anjloknya ekspor awal tahun ini. Setidaknya kata Edy ada beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian misalnya tekstil, alas kaki, kimia, baja dan lain-lain.
(hen/lih)











































