Demikian disampaikan Atase Pertanian KBRI Roma Dr Erizal Sodikin kepada detikcom petang ini, Selasa (24/2/2009), 15 menit lalu waktu Eropa Tengah (CET).
Penjajagan untuk pemetaan Deoxyribonucleic acid (DNA) kopi Indonesia tersebut akan dilakukan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember (PPKK) bekerjasama dengan Prof. Giorgio Graziosi dari Universitas Trieste, Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Erizal, keinginan PPKK ini juga dilandasi oleh upaya melakukan pemetaan jenis kopi Indonesia sesuai spesifik wilayahnya.
Untuk saat ini baru kopi jenis Arabica yang memungkinkan diketahui DNA-nya, sementara untuk jenis kopi Robusta relatif masih sulit dilakukan mengingat jenis Robusta mempunyai sifat penyerbukan silang sementara kopi Arabica melakukan penyerbukan sendiri.
Sebagai realisasi dari kerjasama ini, maka pada bulan April 2009 nanti akan datang seorang peneliti PPKK Dr. Retno Hulupi ke Universitas Trieste untuk mengadakan penelitian selama 3 bulan tentang DNA kopi Arabika Indonesia. (es/es)










































