"Kami berencana untuk mengekspor beras medium kwartal III tahun ini," ujar Direktur Perum bulog Mustafa Abubakar kepada wartawan disela-sela BUMN Executive Breakfast Meeting "Economic Outlook 2009" di Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/2/2009).
Namun, Mustafa menjelaskan, ekspor tersebut bisa dilakukan jika Arem III BPS pada bulan Juli atau Agustus menunjukan target produksi Deptan tercapai. "Ekspor bisa dilakukan jika Arem III BPS menuntarget produksi deptan tercapai yaitu 63 juta ton gabah nasional setara 40 juta ton beras," katanya.
Jika angka tercapai, imbuh Mustafa, maka akan terjadi surplus beras sekitar 3-4 juta ton sehingga sekitar 1 juta ton untuk ekspor. "Ekspor dilakukan setelah kondisi benar-benar aman karena tahun inikan ada pemilu jadi kami harus pastikan stok aman. Untuk beras medium ini rencananya di ekspor ke Filipina, Malaysia, Timor Leste," ujarnya.
Mustafa menambahkan, saat ini pihaknya lebih fokus pada ekspor beras premium (Super). Tahun ini untuk beras Super, pihaknya menargetkan akan mengekspor 100 ribu ton ke Malaysia, Singapura, Hong Kong, Brunei, dan Jepang.
"Kami sudah mengajukan rencana ekspor ke Depdag, kalau izinnya sudah terbit paling lambat bulan maret, begitu izin dari Depdag keluar kita baru go," jelasnya.
Dari ekspor beras jenis premium ini, imbuh Mustafa, pihaknya menargetkan pendapatkan sekitar US$ 100 ribu. "Harganya bisa US$ 1-US$ 1,5 per kilo, tergantung jenisnya. 1 kilo 1 dolar berarti US$ 100 ribu. Sedangkan untuk beras jenis medium US$ 400 per ton," jelasnya. (epi/ir)











































