Pemerintah akan Tarik Pinjaman Siaga US$ 4,4 Miliar

Pemerintah akan Tarik Pinjaman Siaga US$ 4,4 Miliar

- detikFinance
Rabu, 25 Feb 2009 09:05 WIB
Pemerintah akan Tarik Pinjaman Siaga US$ 4,4 Miliar
Jakarta - Pemerintah akan menarik pinjaman siaga (standby loan) sebesar US$ 4,4 miliar atau sekitar Rp 44,5 triliun untuk menutup defisit anggaran yang naik jadi 2,5% dari PDB (139,5 triliun) karena paket stimulus fiskal yang disetujui sebesar Rp 73,3 triliun.

Hal ini dikatakan oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa malam (24/2/2009).

"Kita akan gunakan standby loan bila obligasi tidak marketable. Kita exercise untuk jaga-jaga kalau obligasi tidak marketable. Pokoknya begini, standby loan akan kita pakai untuk tutupi kebutuhanΒ  US$ 4,4 miliar atau sekitar Rp 44,5 triliun. Ini akan kita pakai seandainya obligasi tidak capai target," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu di tempat yang sama, Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan untuk menutup tambahan defisit anggaran ini pemerintah akan mencari sumber pembiayaan yang paling baik.

"Pokoknya saya akan menggunakan sumber yang paling baik dan paling kecil risiko dan bebannya," ujarnya.

Selain itu juga, guna menutup defisit anggaran yang naik, pemerintah berencana mencari tambahan pinjaman program sebesar US$ 1,1 miliar.

"Sumbernya dari negara bilateral bukan multilateral, jumlah yang diserap pokoknya pembiayaan itu sudah aman. Pembiayaan diperlukan untuk menutup defisit yang direncanakan," pungkas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu.

(dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads