Hal ini dikatakan oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa malam (24/2/2009).
"Kita akan gunakan standby loan bila obligasi tidak marketable. Kita exercise untuk jaga-jaga kalau obligasi tidak marketable. Pokoknya begini, standby loan akan kita pakai untuk tutupi kebutuhanΒ US$ 4,4 miliar atau sekitar Rp 44,5 triliun. Ini akan kita pakai seandainya obligasi tidak capai target," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya saya akan menggunakan sumber yang paling baik dan paling kecil risiko dan bebannya," ujarnya.
Selain itu juga, guna menutup defisit anggaran yang naik, pemerintah berencana mencari tambahan pinjaman program sebesar US$ 1,1 miliar.
"Sumbernya dari negara bilateral bukan multilateral, jumlah yang diserap pokoknya pembiayaan itu sudah aman. Pembiayaan diperlukan untuk menutup defisit yang direncanakan," pungkas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu.
(dnl/ir)











































