AS Belajar Atasi Krisis dari Indonesia

AS Belajar Atasi Krisis dari Indonesia

- detikFinance
Rabu, 25 Feb 2009 11:16 WIB
AS Belajar Atasi Krisis dari Indonesia
Jakarta - Krisis ekonomi AS yang berdarah-darah saat ini rupanya belum separah krisis Indonesia 10 tahun silam. Menlu AS Hillary Clinton pun menyatakan negaranya akan belajar mengatasi krisis dari Indonesia.

Hal ini disampaikan Menko Perekonomian dan Menkeu Sri Mulyani berdasarkan pertemuannya dengan Hillary beberapa waktu lalu.

"Krisis Indonesia 10 tahun itu jadi krisis dunia sekarang. Hillary kemarin juga mengatakan, saat ini kami akan dengarkan apa yang dilakukan Indonesia menghadapi krisis 10 tahun lalu," kata Sri Mulyani mengutip Hillary dalam BUMN Executive Breakfast Meeting "Economic Outlook 2009" di Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani membandingkan, dana bailout yang digelontorkan pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan perbankan 10 tahun lalu mencapai 70% dari GDP. Porsi ini jauh lebih besar ketimbang alokasi dana bailout yang disediakan AS saat ini yang hanya 30% dari GDP-nya.

"Makanya, bank yang ada sekarang adalah bank yang lahir dari bailout yang mahal. Karena bailout itu, saya sampai sekarang dipanggil KPK, untuk ditanyakan BLBI itu apa, berapa obligor yang belum bayar, dan kita disuruh cari obligor," katanya.

Namun ia mengakui bahwa bailout perbankan merupakan tindakan yang penting bagi pemerintah suatu negara. Hal ini karena perbankan adalah institusi yang unik dan tidak boleh hilang seberapapun rusaknya bank tersebut.

"Bank institusi yang unik. Kalau rusak, seberapa pun kita benci yang merusak, bank-nya tidak boleh hilang. Kalau 1 hilang akan merusak sistem, sistem bisa kolaps. Karena dampaknya begitu besar, maka yang merusak perbankan dosanya dieksponensialkan 10 kali lipat. Tapi kalau bagus, pahalanya 10 kali lipat juga," katanya.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads