Pengolahan sampah yang berbasis moderen akan mengedepankan aspek pengolahan sampah terukur atau cotrolled landfill atau sanitary landfill yang bisa dikembangkan untuk pemanfaatan produksi pupuk maupun energi termasuk pembangkit listrik.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan selama ini biaya investasi dibidang ini cukup tinggi untuk ia mendesak kepada pelaku swasta bisa memanfaatkan peluang tersebut.
Saat ini, kata Djoko, sudah ada 5 proyek pengembangan CDM yang merupakan proyek patungan antara pemda dengan swasta diantaranya TPA Suwung Denpasar, TPA Batulayang Pontianak, TPA Sumur Batu Bekasi, TPA Sukowinatan Palembang dan TPA Tamangapa Makasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keuntungan bagi investor swasta, ini menguntungkan bagi investor, dapat uang pula sambil ibadah," ucapnya.
Menurutnya investasi di pengelohan sampah cukup menguntungkan artinya investor tidak perlu khawatir mengenai potensi keuntungan yang bisa diperoleh. Meskipun risiko resistensi terhadap pembangunan TPA saat ini masih cukup tinggi terhadap masyarakat.
"Itu lah tugas kita untuk memberi penjelasan akan manfaatnya, tidak ada yang resistensi kalau dia (masyarakat) tahu. Kalau program kita didemo mereka berarti tidak tahu," ucapnya.
Djoko mencontohkan selama ini protek CDM yang cukup berhasil walaupun pengerjaanya belum rampung 100%, adalah proyek CDM di Bali. Saat ini lokasi tersebut telah mampu menghasilkan listrik yang berhasil dijual seharga Rp 600 per kwh di bali. Dengan mengolah sampah 500 ton per hari yang memiliki daya 10 MW.
Sementara itu Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono menambahkan sebagai komitmen pemerintah mendorong pengembangan CDM, pemerintah pusat melalui APBN telah mengganggarkan dana Rp 300 miliar untuk pengembangan CDM di TPA Makasar.
"Kalau investasi Rp 300 miliar untuk yang di Makasar, ini benar-benar baru, yang diolah itu 1000 ton sampah per hari, dua kali lipat dari yang di Bali (20 MW)," imbuh Budi.
Mengenai peluang investasi di sektor ini, Budi menjelaskan setidaknya untuk kapasitas pengolahan sampah 500 ton per hari maka investasinya berada dikisaran US$ 20 juta.
"Memang akan sangat tergantung teknologinya," ucapnya.
(hen/qom)










































