Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar usai membuka rapat kordinasi listrik di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (25/2/2009).
"Kami undang ketua KPU untuk menjelaskan jadwal pemilunya dalam rangka kesiapan penyaluran tenaga listriknya. Sehingga kita bisa ketahui kapan kita bisa lipatgandakan kesiapan kita," ungkapnya.
Ia mengatakan, berdasarkan pengamatan PLN, biasanya beban puncak turun pada saat hari pemilihan.
"Karena saat Pemilu kan libur dan semua melakukan pencoblosan. Transmisi dan distribusi juga akan diamankan," ujarnya.
Menurutnya, PLN juga sudah meminta KPU untuk mempersiapkan penerangan alternatif seperti lampu pijar dan khusus untuk perangkat komputer diberi UPS sehingga kalau terjadi padam listrik, datanya masih bisa tersimpan.
Sementara itu Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan pasokan listrik itu sangat penting dalam kelancaran Pemilu.
"Kalau penerangan kurang, potensi konfliknya tinggi sekali," jelasnya.
Ia mengharapkan, selama proses penghitungan suara dari 9 april sampai 9 mei bisa diupayakan tidak ada pemadaman. Dari KPU sendiri, akan diusahakan waktu perhitungan dipercepat. (ang/lih)










































