"Ada potensi Indonesia mengalami pertumbuhan ekspor dari 2008 hingga 2030 kira-kira 5% setiap tahun dari base
line," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Perdagangan Muchtar dalam acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/2/2009).
Proyeksi pertumbuhan ekspor 5% per tahun ke Australia sangat signifikan bagi Indonesia, menyusul penerapan AANZFTA. Sebab untuk menembus pasar Australia selama ini tidak lah mudah karena Australia menerapkan standar yang ketat untuk kualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan perhitungan target itu merupakan hasil studi kelayakan bersama sebelum negosiasi AANZFTA.
"Arti strategis bagi ASEAN khususnya Indonesia karena dapat menyeimbangkan persaingan antara ASEAN dan RRT dalam memasuki pasar Australia dan New Zealand," ucapnya.
Rencananya AANZFTA akan ditandangani pada KTT ASEAN ke-14 di Thailand mulai tanggal 28 Februari sampai 1 Maret 2009.
Sebanyak 93% dari nilai ekspor produk Indonesia ke Australia akan bebas Bea Masuk (BM) termasuk beberapa jenis tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki.
Sebanyak 79,8% dari nilai impor Indonesia ke Selandia Baru juga mendapat fasilitas bebas BM sejak implementasi perjanjian itu dalam 2009 ini.
Indonesia juga akan menghapus BM impor sebanyak 86,9% dan 64,4% dari nilai impor Australia dan New Zealand dalam kurun waktu 2009-2014.
(hen/ir)










































