Demikian disampaikan Executive Vice President BP Indonesia, Nico Kanter dalam situs BP Migas, Rabu (25/2/2009).
"BP West Java merupakan sebuah aset berharga dengan sumber daya yang signifikan," ujarnya.
Nico menjelaskan BP Indonesia berniat menjual BP West Java karena BP West Java tidak lagi sesuai dengan strategi jangka panjang perusahaan.
"Sehingga kami berniat melepasnya. Namun demikian, divestasi ini tidak akan mempengaruhi aset-aset BP lainnya seperti proyek Tangguh, LNG, Vico, Castrol, dan Petrokimia," ungkapnya.
Nico menjelaskan langkah ini merupakan keputusan yang tepat bagi seluruh stakeholders, sebab nantinya pemilik yang baru akan dapat mengembangkan aset BPWJ secara efisien sehingga dapat terus memasok minyak dan gas ke pasar domestik serta menambah pendapatan negara.
"Selain itu, sebagian besar karyawan BP West Java dapat terus bekerja dengan pemilik yang baru," tandasnya.
(epi/lih)











































