Menurutnya masalah kerjasama perdagangan bebas (FTA) tidak bisa dihindari karena semua negara di dunia mengarah pada perdagangan bebas. Namun Indonesia sebagai negara berkembang tidak boleh dirugikan dari kerjasama ini dengan mengedepankan keseimbangan.
Ia mencontohkan pengenaan pembebasan tarif bea masuk untuk produk otomotif Australia harus dimbangi dengan kesepakatan sama untuk produk tekstil dan produk tekstil (TPT) asal Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui Departemen Perdagangan telah memastikan akan ada pembebasan tarif bea masuk dalam kerangka AANZFTA mulai tahun 2009-2010 untuk produk Australia ke Indonesia seperti alumunium, tepung gandum, pakan ternak, garam dan lain-lain.
Sedangkan untuk produk Indonesia yang di bebaskan tarifnya oleh Australia pada periode yang sama antara lain tekstil, alas kaki, kertas dan lain-lain.
"Perlu keseimbangan dia minta mobil (otomotif) tapi kok tidak dikasih tesktil buat kita, prinsipnya itu keseimbangan," jelas Fahmi.
(hen/lih)











































