Ekspor Kayu Lapis 2009 Bakal Anjlok 40%

Ekspor Kayu Lapis 2009 Bakal Anjlok 40%

- detikFinance
Sabtu, 28 Feb 2009 14:07 WIB
Ekspor Kayu Lapis 2009 Bakal Anjlok 40%
Bogor - Kondisi Industri kayu lapis (plywood) semakin miris saja. Selama 10 tahun terakhir pertumbuhan industri ini selalu berada diangka minus sehingga sektor ini dicap sebagai sunset industry. Pada tahun 2009 ini diperkirakan akan terjadi penurunan ekspor hingga 40%.

Anjloknya ekspor ini bukan hanya disebabkan lesunya permintaan di pasar ekspor tradisional seperti AS, Eropa dan Jepang akibat krisis global, namun dipicu oleh ketidakmampuan bersaingnya produk Indonesia menghadapi pemain-pemain baru seperti Brasil, China dan Malaysia.

"Biasanya bulan Januari sudah ada orderan, hingga saat ini belum ada," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) Abbas Adhar dalam acara orientasi wartawan kehutanan, masa depan industri kehutanan ditengah krisis finansial global, Bogor, Sabtu (28/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abbas menambahkan meski terjadi pelemahan pasar, namun masih ada permintaan ekspor dari negara-negara Timur Tengah yang cukup menggembirakan. Ia yakin permintaan akan mulai membaik menyusul pulihnya krisis global yang diperkirakan berakhir di 2010-2010.

"Ekspor tahun ini sangat pesimistis sekali. Tahun 2009, perkiraan hanya bisa mengekspor 60% dari volume dari tahun 2008 sempat mencapai 2,5 juta meter kubik senilai US$Β  1,5 miliar," imbuhnya.

Untuk menghadapi kondisi pasar, para produsen mencoba mensiasatinya dengan mengalihkan komposisi pasar ekspor yang selama ini cukup dominan. Pasar lokal akan ditingkatkan dari komposisi sebelumnya yang hanya dilempar 10% dari total produksi 3,1 juta meter kubik.

"Potensi dalam negeri masih ada, terutama dari furniture, perumahan dan lain-lain," harapnya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads