Hal ini disampaikan oleh Direktur Penjualan danΒ Pemasaran Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP) Kusnan Rahmin dalam acara orientasi wartawan kehutanan, Masa Depan Industri Kehutanan di Tengah Krisis Finansial Global, di Bogor, Sabtu (28/2/2009).
"Sekarang kertas dari perusahaan-perusahaan Eropa yang tutup dikirim kemana-mana produknya, kita mau bilang dumping, tapi perusahann sudah mati," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Penutupan pabrik-pabrik kertas tersebut, kata dia, telah berdampak bagi Industri kertas mentah (pulp) dalam negeri sehingga permintaan pulp akan turun. Namun dari sisi produk jadi kertas (paper) justru menjadi keuntungan karena mengurangi persaingan.
"Maka saingan kita berkurang untuk kertas, tapi secara pulp kita kehilangan pasar karena pabrik tutup di Eropa dan AS," jelasnya.
Harga pulp pada tahun ke depan diperkirakan akan masih terus turun karena imbas krisis. Namun kata dia, khusus untuk RAPP akan tetap memfokuskan pasar China yang selama ini menjadi negara konsumen kertas terbesar di dunia.
"Untuk China permintaan lumayan tinggi meski krisis global, semakin tinggi penduduk maka konsumsi kertas pun semakin tinggi," ujarnya.
Pada tahun tahun 2007 jumlah permintaan kertas mencapai 38,7 juta ton, diantaranya 7,05 juta diserap oleh China, Jepang, 3,1 juta ton, ASEAN (5) 1,4 juta ton, India 0,89 juta ton dan lain-lain. (hen/ir)











































