WIEF 2009 Cari Solusi Krisis Global

WIEF 2009 Cari Solusi Krisis Global

- detikFinance
Senin, 02 Mar 2009 11:29 WIB
WIEF 2009 Cari Solusi Krisis Global
Jakarta - World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-5 mengangkat krisis ekonomi global dan pemecahannya sebagai isu utama. Kuncinya, semua delegasi harus bersatu mencari solusi krisis ekonomi global.

Hal ini disampaikan Presiden RI, H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka forum ekonomi islam dunia yang kelima atau 5th World Islamic Economic Forum (WIEF) di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (2/3/2009).

"Melalui forum ini, diharapkan antar sesama negara dan delegasi-delegasi muslim dan non muslim dapat bersama-sama berdiskusi, memecahkan masalah guna mengatasi dampak krisis global ini," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Forum yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama usaha antar pelaku Islam dan non-Islam ini dihadiri oleh 1.557 peserta, 1.395 delegasi, 85 pembicara dan 70 kepala dunia usaha.

Presiden SBY mengangkat isu krisis global yang melanda beberapa negara dan khususnya di Indonesia.
Β Β Β Β Β Β  Β 
"Setiap hari kesadaran kita dibombardir dengan statistik yang sangat bergejolak, market yang turun, produksi dan ekspor yang turun, kekayaan dan modal juga pergi ketempat yang tidak tertentu," ujarnya.

SBY juga mengatakan bahwa rantai epidemik yang menerpa sektor riil ini akan bergerak dan melanda sektor manufaktur.

Sementara itu, lanjut SBY, ekspor minyak dunia yang terus berkurang karena rendahnya permintaan, krisis iklim yang menyebabkan kebakaran hutan, banjir, dan krisis energi.

"Walaupun perbankan Islam di dunia muslim tidak terlalu berdampak, namun arus investasi dan perdagangan akan kena, seperti ekspor minyak yang turun karena kurangnya permintaan," ujarnya.
Β 
Saat ini krisis energi juga menempati peringkat atas. Untuk itu, krisis ini harus ditentukan oleh satu jenis sumber energi yaitu energi dan sudah saatnya ekonomi dunia harus menuju transisi sumber daya non fosil.

"Saat ini kebijakan-kebijakan yang tepat, untuk mengatasi krisis ini sudah dilakukan," jelas SBY.

Indonesia, lanjutnya, telah bergerak cepat dengan tidak memperketat likuiditas perbankan dan memberikan stimulus sebesar 1,4 persen dari PDB.

Pemerintah Indonesia juga menjaga bilateral swapt agreement. "Kami juga mengundang IDB untuk mengatasi keseimbangan pembayaran dan kami juga telah meningkatkan pendanaan dari U$ 80 miliar menjadi U$ 120 miliar," ujarnya.

WIEF kelima ini resmi dibuka oleh SBY dengan ditandai pemukulan gong.

WIEF ini diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 2 sampai dengan 3 Maret 2009 yang bertujuan untuk menciptakan dialog diantara pengusaha muslim dan juga diantara pengusaha non-muslim serta guna menjawab dan memecahkan masalah ekonomi penting diantara dunia Islam dan non-Islam.

(dru/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads