Kerjasama tersebut untuk meningkatkan kinerja kilang Balikpapan sehingga dapat menghasilkan produk-produk yang mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi.
"Pada intinya, refinery di Balikpapan akan di upgrade, kemarin kan 70 persen diambil utuh dan 30 persen residu, maka sekarang residu yang 30 persen tersebut akan dijadikan solar dan premium," ujar Menneg BUMN, Sofyan A Djalil di tengah acara WIEF kelima di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (2/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masuk satu barel ya keluarnya nanti juga satu barel," jelasnya.
Sementara itu dalam rilisnya, Dirut Pertamina Karen Agustiawan berpendapat bahwa Pertamina di dalam lingkungan yang penuh tantangan ini adalah melakukan penanaman modal seefisien mungkin.
"Kami yakin percaya solusi terbaik adalah dengan menjalin kerjasama dan kemitraan dengan semua negara termasuk negara-negara muslim," ujarnya.
Selain itu lanjut Karen, upaya untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas dan efisiensi kilang adalah salah satu prioritas kerja Manajemen Pertamina.
(dru/lih)











































