Pedagang Desak Sentra Cibaduyut Ditata Ulang

Pedagang Desak Sentra Cibaduyut Ditata Ulang

- detikFinance
Senin, 02 Mar 2009 17:20 WIB
Pedagang Desak Sentra Cibaduyut Ditata Ulang
Bandung - Kalangan pedagang sentra produk kulit Cibaduyut di Bandung mendesak pemerintah agar segera melakukan tata ulang keberadaan sentra kulit Cibaduyut yang sekarang ini seakan-akan mulai memudar pesonanya.

Pasalnya, pedagang di Cibaduyut kian hari makin merasa kondisi di lingkungannya semrawutnya. Bercampurnya para pedagang atau perajin dengan para pedagang di luar produk kulit seperti pakaian, dan produk lainnya membuat sentra kulit Cibaduyut semakin memudar.

"Perlu adanya tata ruang di Cibaduyut, ini penting buat tetap menjaga imej Cibaduyut sebagai sentra produk kulit," kata Darwansyah Tanjung salah satu perajin kulit Dong Jung, di Cibaduyut, Senin (2/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darwansyah menambahkan, semrawutnya kondisi Cibaduyut membuat para calon pembeli tidak nyaman, apalagi infrsastruktur parkir yang menumpuk membuat calon pembeli tidak betah. Kondisi ini kata dia diperparah dengan banyaknya pedagang lain di luar produk kulit.

"Dulu Cibaduyut dikenal sebagai barang yang berkualitas. Untuk
mengembalikannya perlu dibentuk sentra klasifikasi produk kelas sepatu, semacam zonasi produk. Kalau perlu ada akses tol langsung ke Cibaduyut," seru Darwansyah.

Kondisi saat ini kata dia, ramainya Cibaduyut hanya terjadi di akhir pekan, namun pada hari biasa  relatif sepi. Bahkan saat hujan turun, tak jarang  banjir akan melanda kawasan tersebut.

"Efeknya kalau tidak terkonsentrasi, maka imej Cibaduyut sebagai sentra kulit pudar," ucapnya.

Sementara itu Eko, salah satu pemilik toko Sepatu Diana mengatakan hal yang sama bahwa dengan kondisi saat ini membuat pengunjung menjadi malas singgah, walhasil omset pedagang semakin melorot.

"Ini ngaruh sama omset dari tahun ke tahun bisa turun 10%, memang kondisi sempat stabil di 2005-2006. Seingat saya ini sudah mulai terjadi semenjak krisis moneter 1998 lalu," ujar Eko. (hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads