Hal ini dikemukakan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Wakil Ketua Penyelenggara WIEF Sofyan Djalil di sela acara WIEF ke-5 di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin (2/3/2009).
“Istilah MoA ini masih kita perkenalkan melalui event ini. Kalau MoU (Memorandum of Understanding) kan masih berupa harapan, tapi MoA itu proyeknya sudah berjalan dan kelihatannya akan diselesaikan,” imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau memang jadi kebijakan, nanti bisa diterapkan di beberapa pihak yang berpengaruh, seperti Kadin (Kamar Dagang Indonesia),” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, hal serupa juga dikemukakan Ketua WIEF Tanri Abeng. Menurutnya, setiap WIEF usai digelar, hajatan tersebut selalu mengeluarkan deklarasi yang nantinya bisa menjadi rekomendasi pemerintah untyuk dibuat menjadi kebijakan.
Ia menambahkan, MoA merupakan bentuk kerjasama yang lebih matang ketimbang MoU.
“Kita coba ajukan sebuah memorandum yang actionable yang harus ditindaklanjuti dan sudah dikerjakan sebelumnya. Nanti akan kita matangkan terlebih dahulu di forum ini,” pungkasnya.
(ang/lih)











































