JK: Bongkar Semua Gudang dan Dok Yard di Tanjung Priok

JK: Bongkar Semua Gudang dan Dok Yard di Tanjung Priok

- detikFinance
Selasa, 03 Mar 2009 13:15 WIB
JK: Bongkar Semua Gudang dan Dok Yard di Tanjung Priok
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla meminta agar semua gudang dan dok yard di pelabuhan Tanjung Priok dibongkar. Adanya gudang dan dok yard di pelabuhan dinilai menghambat aktivitas dan mempersempit kapasitas penyimpanan kontainer.

Demikian disampaikannya dalam pembukaan Munar IV Gabungan Forwarder & Ekspedisi Seluruh Indonesia ( GAFEKSI ) di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (3/3/2009).

Menurut Kalla, penggunaan gudang di pelabuhan merupakan gaya lama. Apalagi saat ini banyak gudang yang biasanya untuk penyimpanan peti dan karung kini tidak lagi berisi. Jika seluruh gudang yang ada dibongkar, Kalla yakin kapasitas dermaga yang saat ini 3 juta TEUs bisa meningkat hingga 50%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita masih konvensional pakai gudang. Bongkar semua gudang, karena isi gudang tidak ada lagi peti atau karung. Hitung-hitungan saya, saya yakin begitu gudang dibongkar akan naik 50% dari 3 juta teus," katanya.

Tak cuma gudang, Kalla juga meminta agar semua dok yard yang ada di pelabuhan juga dibongkar. Menurutnya, keberadaan dok yard di pelabuhan sama saja dengan membangung pabrik mobil di Menteng.

"Kalau ada dok yard di Tanjung Priok sama dengan bikin mobil di Menteng. Boleh ada pemeliharaan kapal, tapi jangan bikin kapal di sana," katanya.

Selain itu, untuk meningkatkan aktivitas di pelabuhan Tanjung Priok, Kalla juga menilai perlu ada fasilitas tambahan yang harus dibangun seperti crane container dan akses transportasi jalan tol serta kereta api.

"Untuk infrastuktur di Tanjung Priok itu, beli craene, selesai urusan. Bikin jalan tol, masukkan KA di situ. Sinkronkan semua container yacht," katanya.

Namun yang harus diperbaiki bukan cuma fasilitas tapi juga pelayanan dan disiplin petugas.

"Peranan bea cukai, sangat berbeda dengan yang dulu. Sekarang tidak lagi seketat dulu, disiplin memang perlu tapi sekarang berbeda. Dulu digeledah satu-satu bisa memperlambat dan tambah biaya 5%," katanya.

Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menuturkan, hingga kini baru 25 gudang yang dibongkar. Selanjutnya ada sekitar 15 gudang lagi yang akan dibongkar.

"Sudah 25 gudang, kurang 15 lagi dan sedang dilaksanakan agar jadi tempat kontainer. Ini sedang ditangani Pelindo II. Kalau untuk dok yard masih ada dari Koja Bahari. Kita rencanankan pindahkan ke Batam. Agar bisa dibuat car port yang luas," katanya.

(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads