Garuda Siap Kembali Terbang ke Eropa Juni 2009

Garuda Siap Kembali Terbang ke Eropa Juni 2009

- detikFinance
Selasa, 03 Mar 2009 14:11 WIB
Garuda Siap Kembali Terbang ke Eropa Juni 2009
Jakarta - PT Garuda Indonesia berharap larangan terbang ke Eropa bisa dicabut Juni 2009. Garuda pun kini tengah bersiap-siap kembali terbang ke belahan dunia ini begitu larangan tersebut dicabut.

Demikian disampaikan Vice President Corporate Communication Pujobroto
di sela-sela Luncheon Of Financing 8 New Boeing 737-80095 DAE Capital-Garuda Indonesia di Hotal Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (3/3/2009).
 
"Kami harapkan bisa dicabut Juni dan kita terus melakukan persiapan-persiapan," ujarnya.
 
Berbagai persiapan yang dilakukan antara lain memilih tipe pesawat dan rute-rute yang diizinkan untuk digunakan.

"Kami terus melakukan persiapan misalnya tipe pesawat yang digunakan, atau lewat rute mana sehingga begitu itu dicabut itu bisa dilakukan," jelasnya.
 
Sementara itu, President & CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyatakan Garuda telah memenuhi persyaratan  IATA Operational Safety Audit (IOSA) yang diminta oleh Uni Eropa.
 
"Garuda sudah jalankan apa yang diminta oleh mereka. Kita sudah penuhi syarat IOSA. Jadi kami serahkan kepada mereka dan ini tergantung nanti hasil rapat di mereka," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cari Biaya 42 Pesawat

Setelah mendapat pembiayaan delapan pesawat Boeing 737-800 NG, dari DAE Capita, PT Garuda Indonesia masih bernegosiasi dengan lembaga pembiayaan lain untuk membantu pembiayaan 42 pesawat 737-800 NG yang akan dipesan Garuda.

"Kita sedang berdiskusi dengan berbagai leasor," jelas Emirsyah.
 
Hal senada diungkapkan Pujobroto. Ia menyatakan pihaknya tengah melakukan proses pembicaraan terkait pembiayaan tersebut.

"Yang sudah dilakukan pendanaannya yang 8 pesawat, yang  lain masih proses diharapkan itu akan dilakukan secara bertahap," ungkapnya.
 
Pujo menjelaskan tahun ini Garuda Indonesia berencana akan  menambahkan 14 pesawat ditahun 2009.

"Diharapkan di tahun 2009, kita ingin ada 14 pesawat  yang akan memperkuat armada garuda. Delapan pesawat tersebut yang dibiayai oleh DAE Capital akan di kirimkan pertengahan Juni, sedangkan sisanya sedang dalam tahap negosiasi,"  jelasnya.
 
Pujo menambahkan Garuda Indonesia juga telah memesan 10 peswat jenis B777-300 ER yang akan dikirimkan pada 2010.
 
"10 pesawat Boeing 777 juga kita harapkan bisa bergabung 2010," jelasnya.  18 Rute Tambahan
Tahun ini Garuda Indonesia juga akan menambah 18 rute penerbangan. 15 rute penerbangan untuk domestik dan sisanya untuk rute penerbangan internasional.
 
"Tahun 2009 tambah 18 rute yang terdiri 3 rute internasional dan 15 rute domestik. untuk domestik kami akan membuka rute ke ibukota-ibukota Provinsi seperti Gorontalo, Tanjung Pinang, Jambi  dan Kendari," jelas Pujo
 
Pujo menjelaskan pihaknya melihat penerbangan domestik merupakan potensi yang besar di tengah krisis seperti ini.
 
"Apalagi tahun ini ada pemilu dimana pemilu itu mendorong orang melakukan perjalanan. Lagipula sejak krisis telah terjadi perubahan karena orang-orang yang melakukan kegiatan penerbangan jarak jauh saat ini berlaih ke jarak pendek dan menengah. Jadi kita masih melihat pertumbuhan dalam negeri," jelasnya.
 
Atas dasar itulah, Pujo menjelaskan pihaknya menargetkan jumlah penumpang di tahun ini akan tumbuh sekitar 15-20 persen dari  10,2 juta penumpang di tahun 2008.
 
"Pada tahun 2007 jumlah penumpang kita 9 juta penumpang dan meningkat di tahun 2008 menjadi 10,2 juta penumpang. Oleh karena itu pertumbuhan tahun ini 15-20 persen dari tahun 2008 untuk penerbangan domestik dan internasional."
 
Begitupun dari sisi penerimaan operasional, imbuh Pujo, juga ditargetkan meningkat 15-20 persen seiring dengan peningkatan jumlah penumpang di tahun ini.

"Untuk operating revenue, dari tahun 2007 sekitar Rp 13 triliun menjadi 18,1 triliun di tahun 2008 dan tahun ini kami targetkan meningkat 15-20 persen," ungkapnya.
 
Sementara itu Emirsyah berharap dengan adanya delapan pesawat Boeing 737-800 NG pelayanan Garuda kepada penumpang akan semakin bagus.
 
"Ini adalah dalam rangka garuda  ini memberikan  pelayanan lebih bagus ke penumpang kita. Kita meremajakan pesawat-pesawat kita, kita tambahkan, yang lama kita kembalikan ke leasor sehingga pesawat Garuda ini akan baru semua," katanya.
 
Emirsyah menambahkan dengan adanya pesawat ini juga lebih menghemat biaya operasional Garuda.

"Pesawat ini karena teknologi baru dia operating costnya lebih efisien 18 persen dibanding yang lama dan kita lihat disini pesawat ini juga lebih nyaman," ungkapnya.
 
terkait rencana IPO, Emirsyah menegaskan pihaknya masih menunda rencana tersebut.
 
"IPO kita tunda dulu, karena market tidak kondusif. Nanti kita lihat," jelasnya.
 
Meski IPO ditunda, imbuh Emirsyah, pihaknya tetap mempersiapkan apa yang dibutuhkan dalam proses IPO tersebut.

"Tapi Garuda mempersiapkan apa yang bisa kita persiapkan seperti administrasi, legalnya kita siapkan. IPO ini tergantung pemegang saham kalau mereka pikir keadaan sudah better. Mereka bilang Go, ya kita Go," ucapnya.
 
Senada dengan Emirsyah, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menyatakan IPO baru dapat dilakukan setelah ekonomi membaik.

"Untuk IPO, kita doakan ekonomi baik. Pasar masih begini, tidak bisalah, ekonomi sulit jangan pikirkan IPO dulu deh," tandasnya.
 
(epi/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads