Demikian disampaikan Kepala BP Migas R Priyono kepada wartawan di Kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2009).
"Investasi WPnB 2009 sekitar US$ 14 Miliar. Sementara untuk cost recovery tahun 2008 mencapai US$ 9 Miliar," ujarnya.
Priyono menjelaskan dengan anjloknya harga minyak, kegiatan eksplorasi KKKS-KKKS berskala kecil cenderung tidak berjalan lancar karena dinilai kurang ekonomis.
"KKKS yang kecil-kecil tidak jalan, lagipula harga minyak dunia enam bulan ke depan tidak bisa diprediksi. Tapi mudah-mudahan tidak akan berpengaruh pada target produksi migas tahun ini," jelasnya
Selain itu, lanjut Priyono, BP Migas akan mengoptimalkan penggunaan barang dan jasa dalam negeri oleh KKKS-KKKS. Sedikitnya 55 persen tingkat pembelanjaan dari total belanja KKKS berasal dari local content.
"Bahkan yang dikelola BP Migas saat ini sekitar 58 persen," ungkapnya.
(epi/lih)










































