Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam jumpa pers di Graha Sawala Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/3/2009).
"Banyak negara yang saat ini pertumbuhan ekonominya negatif, hanya sedikit yang bisa bertahan di zona positif di 2009," ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan, gejala penurunan pertumbuhan ekonomi dunia bisa 0% ini terlihat dari tajamnya penurunan pertumbuhan ekonomi dunia dalam 3 bulan terakhir ini.
"Kita tahu international trade (perdagangan dunia) turun tajam, karena ekspor dan impor keduanya menurun tajam saat ini," imbuhnya.
Selain itu, dikatakan Sri Mulyani volume aliran modal masuk ke negara berkembang di tengah krisis ekonomi saat ini juga turun tajam.
"Biasanya volume capital dunia ke negara berkembang mencapai di atas US$ 600 miliar, sekarang hanya US$ 160 miliar," jelasnya.
Keadaan ini menurut Sri Mulyani akan mempengaruhi kegiatan ekonomi di negara berkembang, sehingga pertumbuhan ekonomi akan turun tajam.
"Departemen Keuangan minggu ini akan menjadi tuan rumah dari pertemuan deputi-deputi Menteri Keuangan negara G20. Dan dalam G20 ini yang akan dibicarakan adalah bagaiman me-restore trade di dunia," pungkasnya. (dnl/lih)











































