Hal itu dikemukakan Perdana Menteri (PM) Mirek Topolanek dalam sambutan pembukaan pada Czech-Asian Forum di Praha, sebuah pertemuan tahunan untuk menjembatani dunia usaha Ceko dengan negara-negara Asia, di Praha, 2-3/3/2009.
"Proteksionisme hanya akan semakin memperparah krisis," ujar Topolanek, seperti disampaikan Azis Nurwahyudi kepada detikfinance Selasa malam atau Rabu (4/3/2009) WIB. Â
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait posisi negerinya, Topolanek menjelaskan bahwa krisis ekonomi global telah menyebabkan menurunnya permintaan Eropa atas produk Ceko, sehingga Ceko tidak memiliki pilihan lain kecuali mendiversifikasi pasar produknya.
"Pada saat ini diplomasi ekonomi adalah bagian tidak terpisahkan dari kebijakan luar negeri Ceko, dengan dukungan terhadap ekspor dan investasi sebagai ujung tombaknya," jelas Topolanek.
Ditekankan pula arti penting Asia bagi Ceko dan bahwa hubungan dagang antara Ceko dengan negara-negara Asia telah berjalan selama puluhan tahun.
"Meskipun demikian, Ceko hingga kini masih bertumpu pada ekspor ke negara-negara Eropa, terutama anggota Uni Eropa, yaitu mencapai 80% dari keseluruhan ekspornya," tegas Topolanek. (es/es)











































