Krisis Dorong Pergeseran Strategi Perusahaan Ceko

Czech-Asian Forum

Krisis Dorong Pergeseran Strategi Perusahaan Ceko

- detikFinance
Rabu, 04 Mar 2009 22:25 WIB
Krisis Dorong Pergeseran Strategi Perusahaan Ceko
Praha - Krisis perekonomian dunia mendorong terjadinya pergeseran nilai-nilai dan strategi perusahaan Ceko. Mereka kini tidak terlalu bertumpu pada strategi jangka panjang.

Hal itu disampaikan Deputi Menteri Perindustrian dan Perdagangan Ceko, Martin Tlapa pada Czech-Asian Forum di Praha, sebuah pertemuan tahunan untuk menjembatani dunia usaha Ceko dengan negara-negara Asia, di Praha, 2-3/3/2009.

Menurut Tlapa sebagai substitusi strategi jangka panjang, perusahaan-perusahaan Ceko kini lebih agresif dalam memasarkan produknya dan lebih inovatif, terutama dalam mengembangkan produk ramah lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tlapa juga mengulangi apa yang telah disampaikan Perdana Menteri (PM) Mirek Topolanek, bahwa prioritas ekonomi Ceko adalah menolak proteksionisme pasar dan mempertahankan diri dari godaan untuk meningkatkan proteksionisme tersebut.

Dia menegaskan bahwa Ceko perlu meningkatkan hubungan dagang di panggung multilateral, meskipun tidak mengabaikan hubungan bilateral. "Ceko pada 2008 telah memulai pembahasan Free Trade Agreement (FTA) dengan India. Begitu pula, UE berminat untuk menandatangani kesepakatan FTA dengan ASEAN," ujar Tlapa seperti dituturkan Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi kepada detikfinance hari ini, Rabu (4/3/2009).

Menurut Tlapa, hingga akhir presidensi Ceko di UE pada Juni 2009, Ceko akan memastikan dan memilih sebuah negara ASEAN untuk mulai membahas FTA.

Indonesia

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I DPR RI Yusron Ihza Mahendra yang hadir diundang oleh panitia secara khusus mengupas perkembangan dan permasalahan ASEAN, termasuk Indonesia, terutama dinamika perekonomian ASEAN sejak krisis Asia (1997) hingga rencana pasar bebas ASEAN.

Pada kesempatan tersebut, Yusron menyampaikan informasi mengenai kesempatan membuka pasar di Indonesia, termasuk kemungkinan investasi terutama di sektor agro industri.

Dia juga menjelaskan potensi industri yang bisa dikembangkan oleh Ceko di Indonesia dan proyek-proyek menantang seperti rencana kelanjutan studi kelayakan bandara Yogyakarta, serta infrastruktur kereta api di Kulon Progo.

Yusron mengatakan bahwa Indonesia memandang Ceko sebagai pintu gerbang ke Uni Eropa bagi produk-produk Indonesia, sumber investasi dan kerjasama keuangan serta mendukung erat kerjasama antarindustri strategis kedua negara seperti industri pesawat.

Selain Indonesia, negara Asia yang berbicara pada forum tersebut antara lain wakil dari China, Malaysia, Mongolia, Filipina, Vietnam, Singapura, Pakistan, dan Irak.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads