Pembiayaan PLTU Indramayu dan Rembang dari China Belum Cair

Pembiayaan PLTU Indramayu dan Rembang dari China Belum Cair

- detikFinance
Kamis, 05 Mar 2009 12:14 WIB
Pembiayaan PLTU Indramayu dan Rembang dari China Belum Cair
Jakarta - PLN masih menunggu pencairan dana dari Bank of China sebesar US$ 592 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan PLTU Indramayu.
 
Hal ini disampaikan Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara saat dihubungi wartawan, Kamis (5/3/2009).
 
"Tahun lalu sudah kami sudah menandatangani dengan Bank of China Untuk Indramayu sekitar US$ 592 juta, dan itu tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah China," ujar Rudiantara.
 
Sedangkan untuk PLTU Rembang, Rudi menjelaskan pihaknya telah mendapatkan komitmen dari China Development Bank sebesar US$ 260 juta.

"Untuk Rembang dari CDB itu nilainya US$ 260-an juta itu sudah ditandatangani. Tinggal menunggu penyelesaian administrasi saja, kalau sudah selesai, bulan ini bisa cair," tegasnya.
 
Rudi menambahkan, Cexim sudah mencairkan US$ 180 juta untuk pembangunan PLTU Suralaya dan PLTU Paiton.

"Dari Cexim sudah mencairkan US$ 180 juta, artinya semua pihak tidak ada perubahan komitmen dan semua pihak menghormati apa yang sudah disetujui," tandasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pembiayaan proyek 10.000 MW memang disandera China terkait kasus pembelian pesawat dari Merpati. Pihak China yang semula sudah berkomitmen memberikan pembiayaan, hingga kini belum mengucurkannya karena Merpati belum memfinalisasi pembelian pesawatnya.

Rudi menyatakan sebelum mendapat kucuran dana itu, PLN memakai 15 persen dana obligasi sekitar US$ 2 miliar untuk tender pembangkit Rembang dan Indramayu."Antara tender dan pendanaan sesuatu yang terpisah. Tender pembangkit tidak bisa menunggu jadi kami pakai dana obligasi," kata Rudi.
 
Rudi menambahkan PLN saat ini juga masih berupaya mendapatkan dana bisnis di Timur Tengah untuk pembangunan pembangkit lainnya. "Seperti apapun struktur dan instrumennya, sepanjang waktu dan harganya sesuai, pasti akan kami ambil," ungkapnya.
(epi/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads