Menurut Tim Harga Minyak Indonesia seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Kamis (5/3/2009), perkembangan harga minyak Indonesia untuk bulan Februari berbeda dengan perkembangan harga minyak mentah utama dunia yang umumnya mengalami penurunan.
"Kenaikan harga rata-rata minyak mentah Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain berhentinya operasi beberapa reaktor nuklir milik Jepang untuk pemeliharaan berkala yang menyebabkan meningkatnya permintaan minyak mentah direct burning dan fuel oil untuk pembangkit listrik tenaga thermal," tulis Tim ICP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terganggunya suplai minyak mentah dari Nigeria sebesar 500.000 barel per hari, akibat aksi pemogokan pekerja minyak di wilayah Delta Niger yang mempersoalkan ancaman serangan dari kelompok militan MEND.
Sementara itu, penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu perkiraan IMF bahwa perekonomian dunia dalam tahun 2009 akan semakin melemah menjadi 0,5% yang merupakan tingkat terendah sejak Perang Dunia II.
Revisi perkiraan permintaan minyak dunia untuk tahun 2009 oleh IEA (International Energy Agency) dan EIA (Energy Information Administration) menurun sekitar 1-1,2 juta barel per hari dibandingkan tahun 2008. Tim ICP menuliskan, penurunan ini terbesar sejak 1982 serta terus meningkatnya stok minyak mentah komersial AS yang berdampak terhadap melimpahnya stok minyak mentah WTI di fasilitas penyimpanan (storage) Cushing, Oklahoma, juga menjadi faktor yang menurunkan harga minyak mentah utama di pasar internasional.
Untuk Minas/SLC naik US$ 0,04 per barel dari US$ 44,66 per barel menjadi US$ 44,70 per barel.
Selengkapnya harga rata-rata minyak mentah di pasar internasional pada bulan Februari disbanding Januari:
- WTI (Nymex) turun US$ 2,87 per barel dari US$ 41,93 menjadi US$ 39,07 per barel.
- Brent (IPE) turun US$ 1,93 per barel dari US$ 45,72 per barel menjadi US$ 43,78 per barel.
- Tapis (Platts) naik US$ 0,21 per barel dari US$ 47,40 per barel menjadi US$ 47,66 per barel.
- Basket OPEC turun US$ 0,28 per barel dari US$ 41,54 menjadi US$ 41,26 per barel.
Β
(qom/ir)











































