Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis malam (5/3/2009).
"Anggaran stimulus Rp 12,2 triliun itu butuh program kegiatan dan berbagai aktivitas yang dilakukan untuk menangani dampak krisis global ke dalam negeri," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh Kementerian/Lembaga akan sampaikan dokumennya dan 18 Maret akan selesai
sehingga bisa dilaksanakan, ini untuk infrastruktur atau aktivitas fisiknya,"
katanya.
Untuk rincian anggaran tersebut disampaikan Sri Mulyani:
- Departemen Pekerjaan Umum Rp 6,6 triliun untuk kegiatan penanganan bencana banjir Bengawan Solo, jaringan distribusi, instalasi air minum, jalan sentra produksi dan irigasi.
- Departemen Perhubungan Rp 2,198 triliun untuk proyek rehabilitasi dan revitalisasi KA, railway, bandara, pelabuhan dan dermaga.
- Departemen ESDM Rp 500 miliar untuk transmisi jaringan gardu induk.
- Departemen Kelautan dan Perikanan Rp 100 miliar untuk infrastruktur perumahan nelayan.
- Menteri Perumahan Rakyat Rp 400 miliar untuk pembangunan 40 twin block Rusunawa untuk TNI, POLRI, pekerja dan mahasiswa
- Menteri Pertanian Rp 650 miliar untuk rehabilitasi jalan sentra produksi.
- Menteri Koperasi dan UKM Rp 100 miliar untuk pembangunan pasar dan pengembangan UKM dan Pedagang Kaki Lima
- Menteri Perdagangan Rp 335 miliar untuk pengembangan pasar tradisional, dan revitalisasi serta rehabilitasi gudang komoditas primer
- Depnakertrans Rp 300 miliar untuk bidang pelatihan tenaga kerja
- Departemen Kesehatan Rp 150 miliar untuk pelebaran RSCM
- Subsidi obat generik dan air bersih
- PMN (Penyertaan Modal Negara) Rp 500 miliar kepada Askrindo dan Jamkrindo.
"Infrastruktur menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya dan mengurangi dmapak PHK,
pencairan akan siap 18 Maret sehingga aktivitas bisa dilakukan," tukas Sri Mulyani.
(dnl/qom)











































