Demikian disampaikan Vice President (VP) Communication PT Pertamina Persero Anang Rizkani Noor kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (6/3/2009).
"Yang paling serius untuk membeli solar yaitu AKR, Elnusa dan Patra Niaga. AKR minta 30 ribu kilo liter kalau dua lagi saya lupa volumenya" ujar
Anang menyatakan pihaknya tengah menegosiasikan masalah harga dengan ketiga perusahaan tersebut.
"Kami saat ini sudah bicara soal volume, technical dan harga dengan mereka. Kami berharap negosiasi ini bisa selesai secepatnya," ujar Anang.
Meskipun Patra Niaga dan Elnusa merupakan anak usaha Pertamina, Anang menjelaskan kedua perusahaan tersebut tidak akan mendapatkan harga khusus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dengan tiga perusahaan tersebut, Anang menyatakan Pertamina juga sedang bernegosiasi dengan perusahaan-perusahan lain yang bergerak di bisnis hilir.
"Kami juga sedang bernegosiasi. Kami fokus ke dalam negeri, karena prospeknya juga bagus," tegasnya.
Anang menjelaskan Pertamina menargetkan akan mengurangi stok solar hingga 25 hari.
"Saat ini stok solar kita cukup sampai 36 hari dan target kita adalah untuk mengurangi. Kebutuhan solar industri dan angkutan umum setiap harinya sekitar 52 ribu kilo liter," papar Anang.
(epi/lih)











































