Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu saat ditemui di acara Indonesia-Korea CEO Business Dialogue yang diadakan di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Sabtu (7/3/2009).
"Meski tidak turun tapi kita jaga agar harga (BBM) tidak naik, sebab sekarang harga minyak dunia berada di US$ 43 sampai 45 per barel," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak naik agar kita bisa maintain daya beli masyarakat. Harga BBM ini akan kita evaluasi tiap bulan untuk melihat kemungkinan yang terjadi," ujarnya.
Selain itu, Anggito mengatakan guna ikut mendorong daya beli pemerintah akan mempercepat implementasi paket stimulus fiskal yang totalnya Rp 73,3 triliun.
"Stimulus ini akan langsung terasa karena akan menambah kegiatan-kegiatan ekonomi baru, namun untuk penyerapan tenaga kerjanya harus dihitung betul. Pemerintah sudah berkomitmen untuk melaksanakan stimulus ini," pungkasnya.
(dnl/dnl)










































