Negara Berkembang Butuh Dana Hingga US$ 700 Miliar

Negara Berkembang Butuh Dana Hingga US$ 700 Miliar

- detikFinance
Senin, 09 Mar 2009 08:51 WIB
Negara Berkembang Butuh Dana Hingga US$ 700 Miliar
Washington - Negara-negara berkembang di dunia kekurangan pendanaan antara US$ 270-700 miliar pada tahun 2009. Bank Dunia mengingatkan, institusi internasional tidak akan memenuhi kekurangan pembiayaan sendirian.

"Kekurangan itu muncul krena kreditor swasta menghindari pasar negara berkembang (emerging markets) dan hanya seperempat dari negara-negara yang paling rentan yang memiliki sumber-sumber untuk mencegah bertambahnya kemiskinan," demikian pernyataan dari Bank Dunia seperti dikutip dari AFP, Senin (9/3/2009).

Pernyataan itu disampaikan Bank Dunia dalam studinya, yang disampaikan menjelang pertemuan tingkat menteri negara G20 di London pada 13-14 Maret 2009 mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam studi Bank Dunia tersebut dikatakan bahwa institusi keuangan internasional tidak dapat sendirian dalam menangani kekurangan pembiayaan bagi 129 negara berkembang.

"Kita perlu bereaksi setiap saat atas meningkatnya krisis yang dapat menyengsarakan melukai masyarakat di negara-negara berkembang," ujar Presiden Bank Dunia Robert Zoellick.

Zoellic menyerukan lebih banyak investasi untuk jaring-jaring pengaman masyarakat, infrastruktur dan UKM. Zoellick pada Februari lalu juga menyerukan agar setiap negara berkembang menyisihkan 0,7% anggarannya untuk paket stimulus.

Pemerintah Indonesia sendiri baru-baru ini mendapatkan persetujuan dari DPR untuk paket stimulus hingga US$ 71,3 triliun. Dan yang akan segera direalisasikan adalah paket stimulus infrastruktur senilai Rp 12,2 triliun.

Untuk pendanaan, pemerintah Indonesia baru-baru ini berhasil mendapatkan pendanaan dari global melalui penerbitan Global Medium Term Notes (GMTN) senilai US$ 3 miliar. Dan yang akan segera menyusul adalah sukuk global yang nilai awalnya US$ 500 juta.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads