Merck Beli Schering-Plough US$ 41,1 Miliar

Merck Beli Schering-Plough US$ 41,1 Miliar

- detikFinance
Senin, 09 Mar 2009 18:50 WIB
Merck Beli Schering-Plough US$ 41,1 Miliar
Washington - Merck & Co mengumumkan rencananya untuk membeli Schering-Plough Corp senilai US$ 41,1 miliar. Ini adalah transaksi terbesar kedua di sektor farmasi setelah akuisisi Pfizer atas Wyeth senilai US$ 68 miliar.

Kesepakatan ini secara bulat telah disetujui oleh Dewan Direksi kedua perusahaan farmasi raksasa itu. Perusahaan gabungan yang bernama Merck itu nantinya akan dipimpin oleh chairman Merck, Richard Clark.

Di bawah kesepakatan, pemegang saham Schering-Plough akan menerima 0,5767 saham Merck dan US$ 10,50 dalam bentuk tunai untuk setiap lembar sahamnya. Setiap pemegang saham Merck secara otomatis akan menjadi pemegang saham perusahaan gabungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah transaksi dirampungkan, pemegang saham Merck akan menguasai 68% dari perusahaan gabungan, sementara pemegang saham Schering-Plough akan menguasai sisanya 32 persen.

Pada tahun lalu, gabungan penjualan kedua perusahaan mencapai US$ 47 miliar. Gabungan kedua perusahaan diperkirakan memiliki tunai dan investasi sekitar US$ 8 miliar. Merck akan menghemat sekitar US$ 3,5 miliar per tahun setelah 2011 sebagai hasil dari transaksi ini.

"Kami menciptakan perusahaan kesehatan yang kuat dengan pertumbuhan yang berkesinambungan dan sukses," jelas Clark dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Senin (9/3/2009).

"Perusahaan gabungan ini akan mendapatkan keuntungan dari saluran riset dan pengembangan yang hebat, portofolio obat-obatan yang lebih luas dan kehadiran di pasar internasional kunci yang lebih luar, terutama di pasar negara berkembang yang tumbuh pesat," tambahnya lagi.

Schering-Plough meraup sekitar 70 persen pendapatannya dari luar AS, termasuk US$ 2 miliar dari pasar negara berkembang. Merger ini secara dramatis akan meningkatkan pertumbuhan Merck di pasar internasilnal, termasuk mewujudkan tekad untuk mencapai 5 besar pangsa pasar di negara berkembang. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads