Hal ini disampaikan Senior VP Pemasaran Pertamina Hanung Budya di Depot Elpiji Tangjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2009).
"Kita tidak mau single supplier, makanya kita akan cari supllier kedua di luar Petredec," ujar Hanung.
Hanung menjelaskan pihaknya mengundang semua perusahaan pemasok elpiji yang dinilai mampu memenuhi supply yang dibutuhkan Pertamina.
"Kami belum bicara khusus dengan pihak manapun. Kami undang mereka yang kita anggap mampu kecuali Petredec. Volume yang akan ditenderkan sekitar 500 ribu hingga 1 juta metrik ton (MT)," katanya.
Hanung menjelaskan, pemenang tender ini akan mendapatkan kontrak selama 10 tahun dan harganya akan direvisi setiap tahun. "Kontraknya kurang lebih sama dengan Petredec yaitu selama 10 tahun dan harga di-review setiap tahun. Untuk harga dengan Petredec kalau tidak salah untuk FOB yaitu CP Aramco US$ 4,5," ungkapnya.
Proses beauty contest-nya, imbuh Hanung, akan dilakukan pertengahan tahun ini sehingga pada akhir 2009 dan awal 2010 mereka sudah bisa melakukan pengiriman.
"Tapi itu semua tergantung pada keberhasilan program konversi. Kalau kebutuhannya belum diatas 3 juta untuk apa kita lakukan itu," jelasnya. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal pun mengakui, pencarian pemasok elpiji tambahan dilakukan agar Pertamina tidak tergantung pada satu pemasok saja."Kita ingin punya 2 atau 3 supplier. Biar aman," katanya.
(epi/lih)











































