Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal dalam kunjungan ke Depot Elpiji Pertamina di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2009).
"CP Aramco US$ 520 per ton, ongkos bawa US$ 40 per ton. Kita jual Rp 5.250 per kilogram, sedangkan biaya pokok Rp 7.500 berarti masih ada selisih Rp 2.000-an. Dalam sebulan kami jual 12 kg sekitar 100.000 ton," ujarnya.
Untuk itu, Pertamina dan pemerintah saat ini tengah membahas tata niaga elpiji termasuk soal harga eliji 12 kg yang sesuai.
"Wacana 12 kg ditataniagakan sampai ke DPR. Ini sedang dibahas oleh Dirjen Migas. Bagi Pertamina, kalau 12 kg disubsidi, kita fine-fine saja karena kita tidak akan rugi lagi. Ini kita tunggu, kita sudah minta ke Ditjen Migas," jelasnya.
(epi/lih)










































