Pertamina: Program Konversi Baru Rampung 2011

Pertamina: Program Konversi Baru Rampung 2011

- detikFinance
Selasa, 10 Mar 2009 11:50 WIB
Pertamina: Program Konversi Baru Rampung 2011
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menegaskan, program konversi minyak tanah ke elpiji  baru bisa diselesaikan pada 2011. Hal ini tentu jauh dari ambisi pemerintah yang meminta program konversi diselesaikan pada akhir tahun ini.

Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal dalam kunjungan ke Depot Elpiji di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (10/3/2009).

Menurutnya, program konversi sulit diselesaikan tahun ini karena ada sejumlah daerah yang susah dijangkau. Untuk daerah yang sulit terjangkau tersebut, mengganti minyak tanah dengan elpiji merupakan hal yang sulit karena tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kira-kira tuntas tahun 2011 karena ada beberapa daerah yang susah dijangkau," ungkap Faisal.

Faisal menjelaskan, dari target distribusi paket konversi sebanyak 23 juta paket tahun ini, baru 3,4 juta paket yang sudah didistribusikan. Artinya, realisasi jumlah paket yang sudah disebar hanya sekitar 14% dari target.
 
"Konversi sekarang sudah 3,4 juta dari target 23 juta paket. Apakah 23 juta akan tercapai tergantung dari infrastruktur, kesiapan tabung dan kompor. Paling tidak Jawa akan tuntas pada akhir 2009," tuturnya.Percepat SPBE

Pertamina akan mempercepat operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) ke-100 di Depot Elpiji Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menurut Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, operasional SPBE ke-100 ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan program konversi minyak tanah ke elpiji yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 2007.

Karen menyatakan jika target mendistribusikan 23 juta paket konversi terpenuhi, maka di tahun 2009 penghematan yang bisa dihasilkan sekitar Rp 7,25 triliun.

Saat ini sudah tersedia 103 SPBBE di seluruh Indonesia dari target 200 SPBE yang akan beroperasi tahun ini. Tanjung Priok merupakan SPBE ke 100 sekaligus terbesar di Indonesia dengan kapasitas pengisian ke tabung LPG 3 kg mencapai 1.000 matrik ton per hari.

Hal ini bisa dicapai dengan penambahan fasilitas berupa mesin pengisi sebanyak 120 unit. Khusus di Jawa Bagian Barat total SPBE yang beroperasi di DKI mencapai 10 plus 1 buah dengan penyaluran 1000 metrik ton/hari. Wilayah Bogor, Tangerang dan Bekasi 30 SPBE dengan thruput 3.000 metrik ton/hari.

Di luar Jabodetabek ada 10 SPBE dengan penyaluran 1.000 metrik ton/hari. Sampai akhir tahun akan dibangun 50 SPBE dengan kapasitas masing-masing 30 ton per hari.

Tahun ini Pertamina juga berencana menambah tangki timbun di Cilacap, Balikpapan dan Balongan. Saat ini juga sedang dibangun terminal LPG baru di Semarang, Gresik dan Tanjung Wangi yang masing-masing berkapasitas 10 ribu metrik ton dan akan menambah depot LPG baru di Banten, Lampung, Medan, BAli dan Makasar dengan kapasitas 3.000-10.000 metrik ton.

Guna mengamankan suplai gas saat ini Pertamina mengoperasikan 3 Very Large Gas Carrier (VLG) dengan kapasitas masing-masing sebesar 42.000 metrik ton berlokasi di Teluk Semangka. Empat kapal Semi Reffrigerated dengan kapasitas masing-masing sekitar 10.000-12.000 metrik ton ditambah lima kapal Pressurized kapasitas masing-masing 1.800 metrik ton.

"Untuk mengamankan pasokan energi ke masyarakat, Pertamina akan terus meningkatkan infrastruktut pendukung agar program konversi bisa terlaksana dengan baik," ungkap Karen.
  (epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads