Demikian hal itu dikemukakan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di kantornya usai pertemuan dengan Minister of Economics of The State of Baden-Wurttemberg Ernest Pfister, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/3/2009).
"Saya mengatakan bahwa Indonesia sangat terbuka untuk investasi mereka. Tapi harus ada FTA dulu antara Indonesia dengan Uni Eropa," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah menghimbau agar mereka segera menghubungi Menteri Luar Negeri Jerman beserta Ketua UE untuk menindaklanjuti pembicaraan yang baru saja dilakukan tersebut.
Ia mengatakan, selain investasi di bidang geothermal, Indonesia juga menawarkan investasi di bidang otomotif, farmasi dan alat kedokteran.
Menurutnya, Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar membutuhkan produk farmasi yang berkualitas namun dengan harga yang kompetitif, begitu pula dengan alat kedokteran yang merupakan kebutuhan vital.
"Kita undang mereka masuk untuk cari partner dan bentuk joint venture dengan perusahaan lokal," ujarnya. (ang/lih)











































