Hal disampaikan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan usai kunjungan kerja ke Depot Elpiji Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2009).
"Kita sedang melihat 2 WK, tapi tidak tahu apakah yang diambil satu saja atau dua-duannya. Keduanya ada di daerah timur," ujar Karen.
Karen menjelaskan saat pihaknya sedang melakukan evaluasi secara teknis terhadap dua WK tersebut. Apalagi pengembangan WK migas di laut dalam memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi ketimbang di daratan.
"Kita sedang menimbang-nimbang daerah di deep water posiblity suksesnya harus tinggi, maka kita harus benar-benar evaluasi secara teknis," ungkapnya.
Saat ditanya apa Pertamina akan mengambil kepemilikan di blok migas tersebut secara penuh, Karen menyatakan kesiapannya. "Kalau Pertamina harus ngambil 100 persen tidak masalah," tegasnya.
Kilang Banten Tertunda
Pada kesempatan yang sama, Karen mengakui saat ini pembangunan kilang Banten akan mengalami penundaan sehingga baru dimulai sekitar tahun 2014-2015.
"Besok saya akan bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Iran untuk membahas kelanjutan pembangunan kilang Banten. Sepertinya pembangunan akan kita tunda karena ada masalah. Mungkin tahun 2014-1015 akan kita bangun," tandas Karen. (epi/lih)











































