Ia mengatakan berdasarkan hasil berbagai survei yang ada masyarakat atau konsumen Indonesia masih impor minded atau berpendapat kalau produk dalam negeri kurang baik dari produk luar negeri.
"Kita harus mencuci otak supaya tidak impor minded dan memahami kalau produk Indonesia berkualitas juga," ucap Mari dalam sambutannya di Sidang Pleno I Hipmi, di hotel Shangri la, di Jakarta, Selasa (10/3/2009).
Dikatakannya "pencucian otak" mencintai produk dalam negeri bisa dimulai dari kalangan pengusaha termasuk swasta diantaranya dengan membeli kebutuhan kantornya dengan produk dalam negeri.
Saat ini, dalam rangka mengkampanyekan produk dalam negeri Departemen Perdagangan mulai gencar melakukan kampanye mencintai produk dalam negeri. Diantaranya dengan membuat logo 100% cinta Indonesia, termasuk membuat pengakuan sosok terkenal kebanggaan mengenakan produk dalam negeri seperti Wapres Jusuf Kalla.
"Kita mulai dengan kampanyenya, mulai dari apresiasi, dari ini mulai ada pengenalan dan kualitas produk dalam negeri, kita akan launching bulan ini dan bulan depan seterusnya," ucap Mari.
(hen/qom)










































