SBY: Government is Broke

SBY: Government is Broke

- detikFinance
Selasa, 10 Mar 2009 16:13 WIB
SBY: Government is Broke
Jakarta - Korban krisis global bukan saja kalangan pengusaha nasional, tapi juga pemerintah. Bahkan sesungguhnya pemerintah adalah korban pertama dan yang terparah.

Hal ini disampaikan Presiden SBY dalam sambutannya membuka sidang dewan pleno I HIPMI. Acara siang ini, Selasa (10/3/2009), berlangsung di Shangri-La, Jakarta.

"Government is broke. Penerimaan pemerintah berkurang karena pajak yang masuk berkurang," kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut presiden, situasi demikian tidak terhindarkan dalam suasana krisis ekonomi. Sebab tugas utama pemerintah adalah terus menjaga roda perekomian nasional tetap bergerak."Di masa krisis ekonomi sulit bisa win-win, tapi win-loose. Pemerintah
yang pertama loose, saudara juga pendapatannya menurun sedikit. Tapi yang penting rakyat kita win. Setelah krisis ini kita lalui, semua akan win kembali," ujarnya.

Tapi saat penerimaan berkurang, justru pengeluaran negara bertambah tinggi. Berbagai pos subsidi, anggaran untuk pembangunan dan keperluan jaring pengaman sosial ditambah demi mencegah memburuknya keadaan.

Penambahan anggaran misalnya pada Departemen Pekerjaan dan Umum (PU) serta Departemen Perhubungan untuk membangun berbagai proyek infrastruktur. Pada saat sama pemerintah menaikkan nilai UMR, gaji PNS, TNI dan Polri juga harga beli gabah dari petani.

"Sehingga diharapkan penghasilan mereka tetap di atas kenaikan harga sembako agar bisa membeli produk para pengusaha," sambung SBY disambut tepuk tangan ratusan orang anggota HIPMI yang hadir. (lh/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads