BI: Tekanan Inflasi Cenderung Turun

BI: Tekanan Inflasi Cenderung Turun

- detikFinance
Rabu, 11 Mar 2009 09:54 WIB
BI: Tekanan Inflasi Cenderung Turun
Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi ke depan masih akan turun dan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Untuk tahun 2009 tingkat inflasi diperkirakan semakin mengarah pada batas bawah kisaran perkiraan Bank Indonesia sebesar 5%-7%.

Demikian ulasan tinjauan kebijakan moneter BI per Maret 2009 yang dikutip, Rabu (11/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rendahnya tekanan inflasi disebabkan oleh melemahnya permintaan domestik dan terjaganya ekspektasi inflasi yang didukung oleh terjaganya pasokan kebutuhan pokok dan penurunan harga BBM.

Namun BI mengingatkan risiko inflasi yang bersumber dari depresiasi rupiah dan kenaikan harga beberapa komoditas di pasar global perlu dicermati.

Sejalan dengan melemahnya perekonomian global dan masih rendahnya harga-harga komoditas di pasar internasional, tekanan inflasi Indonesia ke depan cenderung menurun. Dari sisi domestik rendahnya tekanan inflasi didukung oleh kecukupan pasokan barang kebutuhan pokok dan minimnya tekanan harga dari kelompok barang-barang yang diatur pemerintah (administered price).

Inflasi pada bulan Februari 2009 tercatat cukup rendah, yaitu sebesar 0,21% (mtm), jauh di bawah rata-rata historisnya.

Di sisi lain, perkembangan nilai tukar rupiah selama Februari 2009 secara rata-rata tertekan terhadap dolar Amerika. Hal tersebut terutama disebabkan oleh sentimen negatif akibat perkembangan faktor eksternal yang kurang kondusif, seperti pertumbuhan ekonomi global yang turun tajam, serta pengumuman kerugian yang meningkat yang dialami lembaga keuangan internasional.

Sementara dari sisi domestik, perkembangan ekonomi relatif masih stabil dan kondisi fundamental masih mendukung. Menyikapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia akan tetap melakukan berbagai upaya stabilisasi untuk menjaga agar gejolak nilai tukar tidak berlebihan.

Tekanan pada perekonomian domestik akan mengakibatkan menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2009. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 akan tumbuh sekitar 4%. Pertumbuhan ini memiliki risiko bias ke bawah apabila ekonomi global semakin memburuk.

Sumber pelemahan pertumbuhan ekonomi di tahun 2009 terutama pada kinerja ekspor yang erat kaitannya dengan perkembangan kondisi global. Sementara itu, penopang utama pertumbuhan ekonomi akan tertuju pada permintaan domestik, yang dipacu oleh kebijakan moneter yang longgar dan berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung daya beli masyarakat serta berbagai stimulus fiskal yang akan menggerakkan berbagai sektor penting dalam perekonomian. (ir/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads