"Dalam FTA harus win-win, tidak mungkin kita semuanya win. Ada mungkin kita harus sedikit mengalah tapi menang, yang penting over all," ujar Anton dalam konferensi pers 'Agrinex Expo 2009' di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2009).
Anton mengakui memang Indonesia akan sulit bersaing untuk susu dan daging dengan kedua negara tersebut. Namun untuk komoditas lainnya, produk Indonesia tidak kalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ASEAN Food Security
Dalam kesempatan tersebut, Anton juga menegaskan bahwa Indonesia dapat menjadi bagian ASEAN food security dengan berkontribusi pada komoditas yang sudah nett ekspor yang besar seperti kentang dan kambing.
"Yang sudah balance sekarang jagung. Kemudian beras tahun ini ekspor 100 ribu ton. Ke depan susu dan daging ayam. Sedangkan untuk komoditi yang lain belum diprogramkan secara terstruktur," ungkap Anton.
Anton menjelaskan pemerintah melakukan berbagai upaya agar hal tersebut dapat tercapai melalui intensifikasi, ekstensifiaksi, inovasi litbang dan pemasaran, memperkuat industri benih, pupuk organik dan industri biofuel.
Namun Anton mengakui, masalah status lahan merupakan kendala paling terasa berat untuk diatasi. "Yang paling terasa itu masalah lahan bukan ketersediannya namun karena statusnya," aku Anton.
(epi/qom)











































