Hal ini disampaikan Kepala Badan Geologi Departemen ESDM R Sukhyar usai acara Presentation on Result of Joint Study on Evaluation of Coal Resources and Reserves In Indonesia" di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (12/3/2009).
"Berdasarkan hasil studi kami bersama NEDO (New Energy and Industrial Technology Development Organization) menunjukkan potensi menjadi 105 miliar ton dan cadangan 22 miliar ton di akhir tahun 2008," ujar Sukyar.
Sukhyar menjelaskan tambahan potensi batubara tersebut berasal dari tiga daerah yaitu Sumatera Selatan, Kalimatan Timur dan Kalimantan Selatan.
"Kita sudah lima tahun kerjasama dengan NEDO. Kita fokuskan daerah Sumsel, Kaltim dan Kalsel untuk mengevaluasi sumber daya dan cadangan batubaranya. Ke depan kita akan beralih ke Kalteng, Sumatera dan Jambi," katanya.
Sukhyar menjelaskan alasan pemerintah memilih bekerjasama dengan NEDO karena lembaga tersebut memiliki kemampuan untuk mengetahui cadangan hingga kedalaman 400 meter di bawah permukaan bumi.
"NEDO punya kemampuan sistem untuk estimasi sampai kedalaman yang lebih jauh. Kita bukan hanya bisa mengetahui resource kita untuk open pit tapi juga underground karena suatu saat kita pasti ke underground," kata Sukyar.
Sukyar menjelaskan hasil kajian ini akan berguna untuk merencanakan penggunaan batubara ke depannya dan menjadi daya tarik untuk investor agar mau berinvestasi.
"Kalau kita tahu result cadangan, kita jadi punya planning yang bagus untuk ke depan, mau diapakan batu bara kita. Kalau mau diusahankan daerah mana yang akan diusahakan sekaligus daya tarik investasi. Sebab mereka semakin tahu dimana penyebaran reserve yang besar di Indonesia," paparnya.
Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro berharap bertambahnya potensi batubara di Indonesia menjadi 105 miliar ton dan cadangan batubara menjadi 22 miliar ton harus diatur secara seimbang antara kebutuhan domestik dan ekspor
"Yang terpenting menjaga keseimbangan antara prioritas memenuhi kebutuhan domestik dengan ekspor untuk devisa," ungkap Purnomo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan bagi swasta, lanjut Purnomo, semuanya bisa ikut mengelola batubara selama mengikuti aturan yang berlaku.
"Untuk swasta siapapun dapat ikut aktif mengelola batubara Indonesia sepanjang mengikuti aturan-aturan yang berlaku," tandasnya.
(epi/lih)











































