"Kenaikan ini biasa dilakukan, tapi sekarang saatnya naik, besarnya US$ 2 per meter persegi," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan saat dihubungi detikFinance, Kamis (12/3/2009).
Menurut Ridwan, pada dasarnya kenaikan ini rutin dilakukan, khususnya bagi penyewa yang telah habis masa kontraknya pada tahun ini. Langkah menaikkan tarif sewa dilakukan untuk mengimbangi pengeluaran pemeliharaan mal yang terus membengkak.
Ia pun yakin kenaikan ini akan diikuti oleh para penyewa terutama bagi penyewa yang mengalami penjualan bagus. Bagi penyewa yang kurang bagus pun akan tetap memperpanjang sewanya.
"Perubahan tarif ini juga dikenakan bagi penyewa baru. Sekarang banyak penyewa baru, yang biasanya mereka ekspor akhirnya membuang ke pasar dalam negeri dengan membukai gerai," jelasnya.
Meskipun akan menerapkan tarif baru, ia mengakui kenaikan ini tidak akan membuat pengelola bisa bernafas lega karena selama ini patokan tarif sewa yang berbasis dolar AS tidak mengikuti kurs nilai tukar yang terjadi pada saat ini yaitu berada diangka Rp 12.000 per dolar AS.
"Bukan mengikuti kurs sekarang, ada yang Rp 8.000 per dolar AS, tapi kita kasih bottom Rp 5.500 per dolarnya. Sebenarnya kita itu menerapkan dolar palsu," jelasnya.
Pihak pengelola mal, sejatinya menginginkan tarif kurs dolar memakai harga pasar, maklum biaya investasi dan pengeluaran memakai tarif dolar.
Mengenai sistem dolar 'palsu' kata dia berawal ketika masa krisis tahun 1998 lalu, pihak pengelola mal memberikan keringanan dengan memberikan kurs di bawah harga pasar, namun sayangnya hal ini terus berlanjut hingga sekarang.
"Saat krisis lalu banyak yang tidak mampu bayar, kita kasih keringanan dolar palsu, tapi biasa orang kita kalau dikasih kemudahan maunya terus-terusan," ucapnya.
Selama ini kata dia umumnya bagi penyewa mal melakukan kontrak sewa antara 3 sampai 5 tahun, sebanyak 20% dibayar dimuka sedangkan 80% sisanya dicicil.
Untuk tarif sewa, Ridwan menjelasknan sangat tergantung dengan jenis usaha, lokasi mal dan besaran luasan. Namun umumnya untuk tarif sewa mulai dari kios kecil sampai besar untuk ukuran segala mal mencapai US$ 15 sampai US$ 100 per meter persegi per bulan.
"Kalau kios kecil biasanya hanya 3 meter dengan kita kenakan tarif Rp 1 juta per meter persegi, tidak pakai dolar," imbuhnya.
(hen/ir)











































