PPI tahun 2009 kali mengambil tema "Bersama Membangun Industri Dalam Negeri" dengan sub tema Aku Cinta Indonesia (ACI), yang bertepatan dengan kondisi krisis yang melanda dunia termasuk Indonesia. Awalnya konsep PPI dilaksanakan selama lima tahun sekali yaitu tahun 1985, 1990, 1995. Namun karena krisis moneter tahun 1997, PPI tahun 2000 gagal dilaksanakan, dan baru dilaksanakan pada tahun 2003 dan 2006.
Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan bahwa misi utama dari PPI adalah menggelar produk industri nasional yang berkualitas dan sebagai ajang promosi produk dalam negeri.
"Di PPI kita tidak membicarakan target, tetapi menampilkan potensi, berapa banyak yang kita bisa tampilkan," ucap Fahmi dalam acara peluncuran PPI, di Depperin, Kamis (12/3/2009).
Dikatakan Fahmi, PPI bisa menjadi sarana yang tepat dalam menghadapi krisis sekarang ini, agar masyarakat Indonesia bisa lebih mengapresiasi produk-produk yang dihasilkan oleh dalam negeri.
Fahmi menambahkan bahwa Indonesia yang memiliki penduduk hingga 225 juta menjadi incaran negara pengekspor, sehingga kalau hal ini tidak dilakukan bisa mengancam Industri dalam negeri. Bahkan lebih jauh lagi, adanya perdagangan bebas memberi peluang sebesar-besat produk luar negeri ke pasar domestik.
"PPI akan menggelar produk unggulan, baik baru konsep maupun produksi masaal," ucapnya.
Selain itu kata dia, dalam PPI kali ini akan dipamerkan sebanyak 470 jenis produk yang wajib digunakan dalam instansi pemerintah yang mencakup 21 kelompok industri.
Beberapa acara yang akan dilakukan antaralain penampilan gelar produk unggulan Indonesia dan beberapa acara lainnya seperti acara seminar bidang teknologi, lomba film animasi, karya tulis dan lain-lain.
(hen/qom)










































