Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Rachmat Gobel menyusul laporan Apindo tentang PHK yang mencapai 220.000 karyawan lebih hingga awal Maret 2008.
"Ada juga perusahaan yang memang memanfaatkan isu ini untuk memang mau check out dari Indonesia. Saya mohon kepada pemerintah agar bisa dibedakan," seru Rachmat saat ditemui di gedung Departemen Perindustrian, Kamis (12/3/2009).
Â
Menurut Rachmat, klarifikasi ini penting terkait jumlah PHK yang semakin membengkak. Bisa saja dari sekian perusahaan yang melakukan PHK, ada yang sebenarnya tidak terkena dampak krisis.
Â
Ia tidak tahu pasti industri mana saja yang melakukan PHK. Namun ia menyatakan masalah PHK itu pasti terjadi, namun tergantung dari efisien yang dilakukan perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
"Seperti kasus di Batam dulu, waktu sebelum ada krisis mau ada kenaikan upah buruh, langsung isunya pabrik mau tutup di Batam. Jadi setelah dilihat pabriknya, ternyata kalau ada persoalan sedikit dia mau keluar," jelasnya.
Â
Contoh lainnya adalah perusahaan motor China yang pada saat krisis keuangan tahun 1998 lalu banyak yang menutup pabriknya setelah krisis selesai.
Â
"Pemerintah harus mengetahui company ini kelas apa. Kalau yang benar-banar industri pasti akan melakukan langkah efisiensi dan peningkatan produktivitas," jelasnya. (hen/lih)











































