Menperin Ingin Handphone Punya Kandungan Lokal 80%

Menperin Ingin Handphone Punya Kandungan Lokal 80%

- detikFinance
Kamis, 12 Mar 2009 16:13 WIB
Menperin Ingin Handphone Punya Kandungan Lokal 80%
Jakarta - Depperin menargetkan penggunaan komponen lokal bisa terus meningkat. Termasuk komponen lokal untuk produk telepon genggam alias handphone (HP) yang diharapkan bisa mencapai 80% dari saat ini yang hanya 10%.

"Salah satu misi saya bisa meningkatkan komponen hingga 80%," harap Menperin Fahmi Idris di Gedung Depperin, Jakarta, Kamis (12/3/2009).
 
Fahmi mengungkapkan, Depperin sedang melobi kalangan produsen handphone (HP) untuk memaksimalkan kandungan lokalnya menjadi lebih tinggi.

Misalnya dalam pertemuan dengan pimpinan Samsung di Indonesi beberapa waktu lalu ia, mendesak petinggi Samsung untuk bisa meningkatkan kandungan lokalnya yang saat ini hanya 10%. Padahal di China untuk produk yang sama produk HP Samsung telah diproduksi 6 juta per tahun dengan kandungan lokal (China) sampai 80%.
 
Kandungan lokal juga diupayakan meningkat untuk produk otomotif, terutama untuk mobil-mobil pejabat tinggi yang termasuk menteri masih rendah kandungan lokalnya bahkan bisa dibilang sama sekali 0%. Misalnya untuk mobil dinas para menteri masih menggunakan mobil-mobil sedan build up seperti Toyota Camry, Nissan Teana dan lain-lain.
 
Fahmi mengungkapkan,  dalam rangka mengapresiasi produk dalam negeri, khususnya dalam maksimalisasi komponen lokal bagi kendaraan dinas pemerintah perlu adanya upaya menggunakan mobil dinas yang berbasis kandungan lokal yang tinggi.
 
"Akan terus dilakukan (upaya mendorong) sepatu udah oke, oke betul belum, tekstil itu juga akan terus didorong, juga kebutuhan kendaraan masing-masing instansi pemerintah yang komponen lokalnya lebih tinggi dari 30%," kata Fahmi.
 
Sebagai bukti kalau ia mencoba mensosialisasikan kebangggan penggunaan produk dalam negeri yang berbasis kandungan lokal tinggi. Fahmi Idris mengaku sangat jarang mengenakan mobil dinasnya Toyota Camry (RI 22).
 
"Saya setiap hari gunakan Innova (Toyota) bukan gaya-gayaan karena local content-nya sudah 75%, bahkan Presdir Toyota Astra Motor Johnny Darmawan mengatakan akan menuju ke 80%," ucapnya.
 
Meskipun ia mengakui kalau kedua merek tersebut (Innova dan Camry) sama-sama produk Jepang namun secara kandungan komponen lokalnya berbeda.
 
"Camry local content-nya nol, saya nggak tega bilang nol, saya dengan sadar tidak memakai camry, sadar betul saya," ujar pria berkacamata ini.
 
Ia menambahkan bagi produk apapun yang dibuat di dalam negeri dengan kandungan lokal sudah diatas 30% maka sudah bisa masuk dalam kualifikasi produk dalam negeri.



(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads