"Untuk 2009 ini kami baru realisasikan impor 1,2 juta tabung 3 kg," kata VP Komunikasi PT Pertamina (Persero) Anang Rizkani Noor saat dihubungi detikFinance, Kamis (12/3/2009).
Sementara Ketua Umum Asosiasi Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi mengatakan berdasarkan informasi yang ia peroleh saat ini sebanyak 2,5 juta tabung 3 kg impor asal China yang diimpor oleh Pertamina tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok.
"Sebanyak 2,5 juta tabung 3 kg impor sudah datang dari China, di pelabuhan tertahan disana makanya kena charge yang tinggi oleh kepabeanan," jelas Tjiptadi.
Anang dari pihak Pertamina mengaku tidak ada masalah dalam hal pengangkutan impor tabung yang tertahan di pelabuhan, termasuk masalah pengiriman ke gudang-gudang Pertamina.
"Hanya menunggu proses saja tidak ada masalah dengan gudang. Soal waktu saja, kita punya gudang yang cukup bukan hanya di Plumpang," kilah Anang.
Bahkan Tjiptadi menuduh telah terjadi perbedaan persepsi mengenai jumlah izin impor antara Pertamina dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Menurutnya, Pertamina beranggapan izin impor tabung 3 kg untuk 2009 mencapai 10 juta unit, atau 4 juta unit lebih banyak dari 6 juta tabung yang diizinkan pemerintah.
"Ternyata Pertamina beranggapan ada outstanding 4 juta, ditambah 6 juta jadi 10 juta," imbuhnya.
Sekarang ini kata dia Menteri Perdagangan telah mengeluarkan surat izin impor tabung 3 kg bagi Pertamina untuk mengimpor sebanyak 6 juta unit di 2009.
"Mau dikemakanan program konversi ini, siapa komandonya, kami confuse. Soal alasanya impor saya nggak ngerti kenapa," tanya Tjiptadi.
(hen/lih)










































