Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (13/3/2009).
"Kita sudah bentuk tim sinkronisasi untuk BUMN penerbangan, sekarang sudah jalan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang tim baru dibentuk, peningkatannya baru kelihatan setelah sistemnya jalan," imbuhnya.
Sistem yang akan disinergikan antara lain sinergi perencanaan rute sesama penerbangan. Contohnya, nanti Garuda bisa menjadi feeder Merpati pada rute penerbangan luar negeri menuju pelosok Indonesia. Dengan begitu, penumpang hanya perlu membeli satu tiket saja.
Sinergi lain, yaitu sinergi pemeliharaan pesawat yang akan melibatkan PT DI dan GMF. Ia mencontohkan, nantinya pemeliharaan pesawat-pesawat berukuran besar akan ditangani PT DI dan sisanya diurus GMF. Sedangkan untuk sinergi sistem tiketing akan diserahkan kepada AP I dan II.
(ang/lih)










































